Sahabat Yang Pergi Tanpa Kabar ~


" Hi! selamat pagi Salosa! :)" sapa Rena kepadanya yang baru datang ke sekolah.
" Hi, Rena! selamat pagi juga :) " sapa balik dari Salosa kala Salosa sedang memarkirkan sepedanya di tempat parkir depan sekolah.
" Lama kau sudah tiba di sekolah Rena? " tanya Salosa.
" Yeahh.. dari pukul 06.30 sudah kudisisni " jawabnya yang kala itu sudah pukul 07.00 WIB.
" Lama ya kau di sini? " tanya Salosa kepada Rena.
" Yalah! Ayo cabut ke kelas! :D - dan mereka pun masuk kelas.

Salosa yang berdarah Indonesia - Jerman tersebut telah berteman akrab dengan Rena yang berdarah Indonesia - Sundanese tersebut. Bahkan mungkin mereka bisa dianggap " sahabat karib seperjuangan." Mereka sudah bersahabat sejak masih kecil, saat Salosa yang pindah dari Jerman dan menempati rumah disebrang rumah Rena. Kedua orangtuanya pun sebelumnya sudah saling kenal. Jadi, wajar jika sekarang Salosa dan Rena seperti dua sejoli, dan itu memang benar.

Saat pulang sekolah tiba. Bel pulang sekolah pun berbunyi. tetttt...... tettttt........ tetttttt.......... Banyak siswa SMU Harapan yang berhamburan keluar dari kelasnya masing - masing untuk pulang kerumah, merilekskan beban otak yang selama 7 jam lebih mereka pakai untuk berpikir. Pulang sekolah kala itu, entah mengapa Salosa yang biasanya tidak pernah mengajak Rena jalan - jalan, mengajak nya untuk pergi ke mall. Sungguh Aneh bin Ajaib kala itu, karena biasanya mereka selalu saja langsung pulang lerumah.
" Rena! maukah kamu menemaniku jalan - jalan pergi ke mall yang di ujung jalan sana? " telunjuknya yang menunjukan arah mall di ujung jalan.
*dalam hati sungguh begitu aneh Salosa yang mengakjaknya pergi ke mall*
" Tumben kamu mengajakku untuk jalan - jalan? " candanya kepada Salosa.
" Sudahlah.. Biar aku telaktir kamu :) " jawab Salosa.
" Hahaa =D okehlah kalau kamu mau menelaktirku =D " jawab Rena yang telah siap untuk pergi ke mall bersama Salosa.

 
Sesampai di mall, benar kata ucapan Salosa yang dia ucapkan tadi, saat mengajak Rena pergi ke mall. Dia akan memberikan semua apa yang Rena inginkan. Dan pada saat itu, Rena melihat sebuah boneka Panda besar, dengan sebuah kotak kecil ditangan boneka panda tersebut.
" Wahhh... indahnya boneka panda itu! matanya yang tertuju pada boneka itu.
" Kamu ingin boneka itu Rena? tanya Salosa kepadanya.
Rena kebingungan. Dia ingin membeli boneka itu, tapi dia tidak punya uang untuk membeli dengan harga semahal itu. Yang menunjukkan harga Rp 340.000,-
" Iya sih, aku menginginkan boneka tersebut, tapi uangku tak cukup untuk membelinya. " ujar Rena yang mengharap boneka itu jatuh ke tangannya.
" Biar aku belikan boneka Panda itu untukmu, Rena. :) " ucap Salosa yang terlihat ingin membelikannya sebuah boneka Panda yang besar dengan harga yang cukup tinggi.
Rena pun kembali berpikir. Ia tidak ingin merepotkan sahabat karibnya tersebut dengan membelikanny boneka Panda idamannya itu dengan harga yang tinggi.
" Jangan! biar aku menabung saja dulu supaya aku bisa membeli boneka panda itu." dengan matanya yang menunjuk pada boneka yang ia idamkan tersebut.
" Kenapa tidak? aku kan sudah bilang, aku akan membelikan apa yang kamu ninginkan. " tanya Salosa kepada Rena yang nampak mengidamkan boneka tersebut.
" Aku tidak mau merepotkanmu, Salosa. Boneka itu memang idamanku, tapi aku dapat membelinya dengan uangku sendiri. " ujar Rena yang tidak ingin merepotkan Salosa.
Tetapi, malah, Salosa dengan tidak lama berpikir, dia langsung menghamipri boneka itu dan lalu mengeluarkan kartu ATM dari dompet hitam kecoklatannya itu. Ia pun membelikannya Rena sebuah boneka.
" Ini untukmu. anggap saja ini kado pemberian dariku untuk ulangtahunmua nanti. " ucap Salosa yang memang dua hari lagi adalah hari ulangtahun Rena.
Rena terkejut dengan apa yang Salosa lakukan kepadanya.
" Tapi Salosa, aku tidak pantas menerima pemberianmu. Itu sangat mahal, dan aku tidak akan bisa menggantikan pemberianmu itu. " jawab Rena yang masih melongo, terkejut, dan rasa iba yang mendalam untuk sahabatnya yang dari kesil tersebut.
" Sudahlah tak apa :) " jawab Salosa kembali.


S K I P -------

Tiba sudah hari yang ditunggu - tunggu oleh Rena. Yakni, hari dimana Rena dilahirkan ke bumi.
Di sekolah tadi siang, Salosa yang membantu Rena membagikan undangan acara ulangtahun Rena yang akan di selenggarakan nanti malam nampak penuh semangat membagikannya.
" Salosa! Ini undangan acara ulangtahunku malam nanti :) " tangan yang memberikan sebuah kertas yang tidak terlalu besar berisikan undangan acara ulangtahun sweet-seventeen Rena di kantin setelah selesai membagikan undangan kepada teman - temannya yang lain. Dan Rena pun penuh harapan Salosa yang datang ke acara ulangtahunnya malam nanti.
" Okeh Rena! aku pasti datang ke acara ulangtahunmu malam nanti ;) " dengan kedipan mata Salosa dan senyumanya yang manis membuat semua perempuan remaja di sekolahnya itu berteriak - teriak histeria.
Tapi tiba - tiba, handphone Salosa pun berbunyi.
" Sebentar ya Rena, aku angkat telphone ku dulu, sebentar saja. " katanya kepada Rena.
" Okeh! " dengan mempersilahkan Salosa mengangkat telphonnya.
---- Hallo mah? ucapnya dalam memberi salam telphonenya.
" Salosa! kamu ada dimana? cepat pulang! sekarang kita harus terbang ke Jerman menyusul papahmu yang sedang terkena masalah besar! " ucap mamah nya dalam telphone kala itu.
" O okeh mah, aku segera pulang! see you mom :* " ucapnya Salosa di penghujung telphone.
Rena yang sedang menunggunya di meja kantin lupa ia kabarkan bahwa ia harus segera pulang karena akan terbang ke Jerman menyusul paphnya yang sedang terkena masalah besar tersebut.


S
K
I
P

Malam yang sudah Rena tunggu akhirnya tiba. Teman - teman sekolahnya satu per satu turut hadir berdatangan ke tempat acara itu di selenggarakan. Tetapi dari tadi, dia tidak melihat Salosa yang tadi siang pergi begitu saja dan yang katanya janji padanya akan menghadiri pestanya malam itu. Rasa gundah, cemas, gelisah tak menentu membuat hati gadis yang berumur 17 tahun pada tanggal 17 Februari itu merasa tak karuan. Harapan Rena kala itu, Salosa hadir menemaninya pada acara " sweet seventeen " tersebut. Tapi nyatanya dia tidak juga kunjung datang setelah dia menunggu cukup lama. Rasa sedih dan kecewa pun datang pada hati Rena. dan terpaksa dia meniup lilin sweet seventeen itu sendirian.


Acara pun telah selesai sudah tanpa kehadiran sahabat nya itu yang sedari kecil selalu bersamanya. Rena mencoba mengirim e-mail, sms, bahkan menelphone nya. Tapi, tidak ada satupun yang terbalas.
Saat Rena akan tertidur, handphone di tangannya pun bergetar, dan ternyata ada sms masuk, yaitu dari Salosa.
" From : Salosa
Happy Birthday kesayangan sahabatku :) I hope you a long life, more beautiful, more nature, and always protected by God O:) Maaf, aku terbang ke Jerman tanpa sepengetahuanmu, papahku terkena masalah besar."
Rena pun yang telah membaca pesan singkat dari Salosa menangis kecewa, dan bercampur dengan sedih. Dia kecewa akan sahabatnya yang janji akan datang pada acara sweet-seventeen nya tersebut. Tetapi Rena mencoba memulai merelakan Salosa, dan mencoba hidup tanpa Salosa.

-Marsha Syahda-

Komentar